|
Managemen Bencana Berbasis Jender |
|
Ditulis oleh Juniawan Priyono
|
|
Sunday, 18 February 2007 |
|
Kehidupan manusia telah ‘dihadiahi’ bencana alam sejak permulaan waktu. Banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, letusan gunungapi, gempabumi, tsunami, longsorlahan, badai tropis, serangan hama/penyakit tanaman, dan endemik penyakit; secara konsisten mengingatkan bagaimana rentannya kita. |
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Pengurangan Resiko Bencana Dimulai dari Sekolah |
|
Ditulis oleh Juniawan Priyono
|
|
Sunday, 18 February 2007 |
|
Ketika terjadi bencana alam, anak-anaklah yang paling rentan terkena dampaknya. Terutama sekali jika pada saat kejadian, anak-anak sedang belajar di sekolah. Gempabumi di Pakistan pada bulan Oktober 2005 menyebabkan lebih dari 16 ribu anak-anak meninggal akibat runtuhnya gedung sekolah. Longsorlahan di Leyte, Philipina menewaskan lebih dari 200 anak sekolah. Dari dua contoh kejadian tadi, seharusnya kita berupaya melindungi anak-anak kita sebelum bencana terjadi. |
|
Baca selebihnya...
|
|
|
Delapan Tujuan Pembangunan Milenium Terkait Pengurangan Resiko Bencana |
|
Ditulis oleh Juniawan Priyono
|
|
Monday, 12 February 2007 |
|
Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bulan September 2000, sebanyak 189 negara anggota PBB yang sebagian besar diwakili oleh kepala pemerintahan sepakat untuk mengadopsi Deklarasi Milenium. Deklarasi tersebut didasari oleh pendekatan inklusif dan perhatian bagi pemenuhan hak-hak dasar manusia. |
|
Baca selebihnya...
|
|
|
|